Puluhan Ribu Santri Ikuti Peringatan Hari Santri di Alun-Alun Jepara

Peringatan Hari Santri di Alun-Alun Jepara
SEKITARMURIA.COM, JEPARA – Puluhan ribu santri putra dan putri dari berbagai pondok pesnatren dan lembaga pendidikan mengikuti upacara dalam rangka peringatan hari santri di alun-alun kabupaten jepara pada sabtu pagi (22/10/16)

Acara yang berlangsung pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jepara H Marzuki. Hadir dalam kesempatan tersebut, ketua tanfidziyyah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq, dan beserta jajaran pengurus dan banom-banom NU se-Kabupaten Jepara.

Salah satu santri yang mengikuti acara tersebut, Ahklis (12) mengaku senang mengikuti peringatan hari santri tahun 2016. “Senang bisa ikut peringatan hari santri,” tutur santri pondok pesantren balekambang ini.
Lebih lanjut, santri asal Wedung Demak ini berharap peringatan hari santri ini terus dilaksanakan setiap tahunnya. “tahun depan semoga bisa ikut lagi,” tandasnya. (WA/SM)

Inilah Mahasiswi Unisnu Jepara yang Bikin Sejuk

Suud Maemanah (Sumber: instagram.com/unisnucantik)
SEKITARMURIA.COM, JEPARA – Kabupaten Jepara selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan maupun para kaum adam lainnya. Selain memang banyaknya tempat wisata yang asyik, kota ukir ini juga sejak dulu terkenal akan perempuan-perempuannya yang cantik dan tangguh. Sebut saja zaman kerajaan dulu, kita kenal Ratu Sima, Ratu Kalinyamat, dan zaman belanda R.A. Kartini.

Jadi, tak heran kalau perempuan-perempuan kota Jepara terkenal akan berparas cantiknya, ini tak sekedar omong kosong lho, sudah diakui oleh banyak kalangan. Hehe

Saat ini pun pengakuan itu masih melekat bagi kota Jepara. salah satunya bisa kita lihat di perguruan tinggi yang ada di Jepara, yaitu Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. Selain dikenal kampus NU, kampus ini juga terkenal akan mahasiswi-mahasiswinya yang bikin suasana kampus tambah “sejuk”.

Konon katanya mahasiswi-mahasiswi tersebut berasal dari kota Jepara sendiri. tak heran “konon katanya” para mahasiswa-mahasiswa maupun kaum adam yang ada di kampus tersebut menjadi betah dan nyaman. 

Mahasiswi-mahasiswi tersebut telah terpublikasikan melalui akun instagram @unisnucantik empat diantaranya yaitu

1. Filsa Nur Tifani, Jurusan Tekhnik Sipil Tahun 2015


2. Hani Syarifah, Jurusan Manajemen


3. Susud Maemanah, Jurusan Akuntansi

4. Winda Ayu, Jurusan Manajemen Tahun 2015


Tentunya tidak hanya empat mahasiswi tersebut saja yang bikin sejuk, masih ada mahasiswi-mahasiswi lainnya yang belum terpublikasikan. bagi anda yang ingin melihat dan fotonya juga ikut terpublikasikan, silahkan follow instagram @unisnucantik dengan hastaq #unisnucantik selamat mencoba. (AA/SM)

Seminar Harmoni Indonesia, Saekhan: Indonesia Adalah Milik Bangsa Indonesia

Seminar Harmoni Indonesia, Dr M Saekhan Muchidh (dua dari kiri)
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Wakil Ketua STAIN Kudus, Dr M Saekhan Muchidh menekankan bahwa Negara Indnesia itu bukan milik Negara manapun, akan tetapi Indonesia itu milik bangsa Indonesia itu sendiri.

Hal ini ditegaskannya dalam acara seminar harmoni Indonesia yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma bekerja sama dengan Pusata Studi Gender (PsG) STAIN Kudus pada kamis pagi (20/10/16) di aula Rektorat lantai tiga kampus setempat.

“Indonesia bukan Arab Saudi, bukan Malaysia, bukan Syuriah, Indonesia adalah Indonesia” tegasnya dihadapan puluhan peserta seminar.

Lebih lanjut alumnus Unissula Semarang ini menjelaskan bahwa, Negara Indonesia bukan hanya milik ormas maupun golongan tertentu saja, akan tetapi milik seluruh elemen bangsa Indonesia.

“Indonesia bukan dimiliki oleh salah satu agama, bukan milik salah satu madzhab (aliran) tetapi Indonesia adalah miliknya bangsa Indonesia itu sendiri, yang secara factual Indonesia mengakui agama Islam; Kristen; Protestan, Hindu; Budha; dan Konghucu,” kata ketua IKA PMII Kudus ini.

Maka dari itu, tambah saekhan, tidak ada satupun agama yang punya hak melegitimasi untuk memilki Indonesia. “Orang islam walaupun mayoritas di sini (Indonesia) tidak punya kewenangan mengakui bahwa Indonesia miliknya orang Islam,” tambahnya

Saekan menambahkan, Kalau kita ingin menciptakan harmoni Indonesia, maka kesadaran yang pertama dan utama adalah harus ditata dulu kesadarannya. bahwa indonesia adalah milik orang Indonesia.

“Dalam kenyataanya adalah orang Indonesia adalah multi agama, multi etis, budaya, ormas, dan ideologi. Nah ini harus disadari bersama. Kalau kita tidak memahami itu, maka tidak akan terwujud harmoni Indonesia,” tandasnya. (WA/SM)


Inilah 7 Mahasiswi STAIN Kudus yang Bikin Sejuk

Sajadah Merah ( Sumber: instagram.com/stainkuduscantik )
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Selain dikenal sebagai kota kretek, kudus juga terkenal akan kemajuan tentang pendidikannya. salah satunya yakni dibidang perguruan tinggi. Di kudus sendiri ada banyak perguruan tinggi yang menjadi idola, salah satunya yakni kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus (katanya si mau berubah jadi Institute Agama Islam Negeri). 

Kampus yang terletak di Jalan Conge Ngembalrejo ini terkenal dengan sebutan kampus hijau. selain bangunannya yang berwarna hijau, banyak pula pepohonan yang membuat suasana kampus menjadi sejuk dan nyaman. 

Apalagi “konon katanya” mahasiswi-mahasiswinya juga terkenal berparas cantik dan juga cerdas. sehingga membuat tambah sejuk pemandangan di kampus. Tak heran “konon katanya” membuat para mahasiswa maupun para kaum adam yang ada di kampus menjadi betah dan nyaman. Hehe. 

Mahasiswi-mahasiswi tersebut hampir tersebar diseluruh jurusan yang ada di kampus STAIN Kudus. Adapun mahasiswi-mahasiwinya yang bikin sejuk tersebut telah dipublikasikan melalui media social isntagram dengan hastag #stainkuduscantik dari banyaknya mahasiswi yang bikin sejuk tersebut, tujuh diantaranya yakni.

1. Uli Wahyuni, Program Studi Ekonomi Islam Tahun 2013


2. Nila Zahra Musta, Jurusan Syariah Tahun 2016


3. Siti Noor Afifah, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Tahun 2015

4. Sajadah Merah, Prorgam Studi Pendidikan Agama Islam Tahun 2014


5. Vaivi Devi Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Tahun 2014


6. Maharani Kanza, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Tahun 2015


7. Mertta, Jurusan Syariah


itulah sebagian dari mahasiswi-mahasiswi STAIN Kudus yang bikin sejuk. tentunya masih banyak lagi yang belum terpublikasikan. bagi anda yang penasaran atau mau fotonya terpublikasikan, silahkan follow akun instagram @stainkuduscantik dan juga hastaq #stainkuduscantik



Besok Pagi, Diskusi Harmoni Indonesia di Rektorat STAIN Kudus

(Sumber: LPM Paradigma)
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Dalam rangka memperingati Hari Santri LPM Paradigma bekerja sama dengan Pusat Studi Gender STAIN kudus menggelar diskusi harmoni Indonesia kamis pagi (20/10/16) di aula rektorat STAIN Kudus Jawa Tengah.

Acara yang bertajuk “Manusia Al Qur’an Is Back, Who And Why” ini rencananya akan dimulai pukul 08.00 WIB. Disamping itu, diskusi ini juga akan dinarasumberi oleh Juan Siregar (Motivator Joyro Semarang), Nur Said (Ketua PsG STAIN Kudus), Manijo (Akademisi, dan Kisbiyanto (Ketua ISNU Kudus).
Diskusi ini terbuka untuk mahasiswa dan umum. bagi anda yang berminat mengikuti, silahkan datang lebih awal, Karena sebelum diskusi ada pazar buku dari panitia. (AA/SM)

Ki Hadjar dan Keteladanan Pendidikan

(Sumber: bintang.com)
Sejak ruh kita diwujudkan kita telah mengalami berbagai evolusi pendidikan. Bahkan mungkin tidak hanya kita (umat manusia), jin, malaikat hewan dan tumbuhan pun tak luput dari yang namanya pendidikan alamiah dari Allah SWT. Maka itulah mengapa dalam bahasa arab tuhan disebut sebagai Rabb. Kata itu menjadi dasar dari kosakata tarbiyyah (pengajaran). Artinya, Allah SWT sangat bertanggung jawab atas segala ciptaannya. Termasuk pendidikan makhluk-Nya.

Dimanapun proses situ terjadi, pendidikan tak lepas dari keteladanan. Seperti dalam pepatah “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” begitulah pendidikan berlaku. Keteladanan jauh-jauh hari telah diterapkan oleh Ki Hadjar Dewantara. Menteri Pendidikan pertama ini menerapkan pendidikan karakternya dengan mengelola Taman Siswa yang model pendidikannya langsung terjun kepada alam.

Ia mengajak anak didiknya menelusuri alam, sambil bercerita ia menyisipkan nilai-nilai karakter yang diilustrasikan dengan tokoh-tokoh cerita, dongeng dan pewayangan. 

Ki Hadjar Dewantara sadar bahwa sikap dan tindakan seseorang tidak serta merta bisa didapat dari membaca buku. Sebagai anak yang mulai tumbuh dewasa, mereka berusaha mencari jawaban atas segala hal yang menjadikan dirinya penasaran. Baik itu yang telah dialami sendiri maupun orang lain. Hal ini disebabkan oleh ketetapan Allah SWT yang memang selalu menuntut manusia untuk belajar dan meningkatkan intelegensi.

Intelegensi merupakan sebuah konsep abstrak yang sulit didefinisikan secara memuaskan. Dari sekian danyak definisi intelegensi belum ada yang berhasil menemukan konsep yang padat berisi dan tak terbantahkan. Semua definisi intelegensi masih mempunyai celah untuk gugur manakala ada hal baru. 

Meski begitu, secara garis besar intelegensi masuk dalam tiga klasifikasi (1) kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan, beradaptasi, dengan situasi baru dan beragam. (2) kemampuan untuk belajar atau kapasitas untuk menerima pendidikan (3) kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menggunakan konsep-konsep abstrak dan menggunakan secara luas symbol-simbol yang dialaminya untuk perkembangan dirinya dan orang lain.

Melihat hal itu tentunya setiap manusia memiliki intelegensi yang berbeda, baik itu cara mendapatkannya, maupun prakteknya (Desmita : 2013). Artinya, kurikulum yang baik ialah kurikulum yang disesuaikan dengan masing-masing daerah. Pendidikan karakter bukanlah pendidikan yang semata dirumuskan dalam kurikulum nasional. Pendidikan karakter ialah teladan yang baik untuk menciptakan manusia yang baik, sesuai dengan apa yang diinginkan peserta didik.

Kembali kepada metode Ki Hadjar, Ia tidak hanya mengajarkan anak untuk cinta kepada alam, lingkungan dan sesasa manusia. Ki Hadjar juga mengajak anak didiknya meneladani tingkah laku alam. Bagaimana sebuah bunga itu tumbuh, berputarnya bumi, dan karakter setiap manusia berperan di muka bumi.

Dongeng memberikan pikiran-pikiran imajenatif kepada setiap peserta didik untuk bisa memberi gambaran bagaimana ia berperilaku. Bagi seorang guru, ia hendaknya mampu mencair dengan karakter anak didiknya. Rendah hati dan peka terhadap sekitar merupakan sikap wajib yang mesti mengalir dalam urat nadinya. Mengambil nilai positif dari siapapun menjadi keharusan. 

Sebagaimana pesan Ki Hadjar kepada kita semua Berlakulah sebagai murid dimanapun engkau berada. Sebab, semua adalah guru. Di sawah ada guru, di kantor pos ada guru, bahkan di tempat yang kau anggap gelap pun ada guru yang akan menerangi langkahmu menuju millennium berikutnya.

Muhammad Farid, Pegiat di Paradigma Institute

LPM Paradigma Kenalkan Kuliner Kudus Lewat Majalah

Mahasiswi Memegang Majalah Paradigma
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma STAIN Kudus mengenalkan kuliner kudus melalui penerbitan Majalah Paradigma edisi 29 tahun 2016.

Majalah yang mengangkat tema “Peradaban Kuliner Kudus” mencoba mengenalkan kepada mahasiswa dan masyarakat umum tentang sejarah, peradaban, maupun aneka macam kuliner-kuliner yang ada di kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

“Karena selama ini belum ada media cetak yang mempublikasikan secara mendalam tentang kuliner di Kudus,” ujar Yaumis Salam selaku Pemimpin Redaksi Majalah Paradigma.

Lebih lanjut mahasiswa semester tujuh ini menjelaskan bahwa selama ini belum banyak masyarakat Kudus yang mengetahui sejarah, maupun asal muasal kuliner-kuliner yang ada di Kudus. Seperti halnya Soto Kerbau, Jenang Kudus, dll.

“Banyak orang yang hanya memakan, tapi tidak tahu sejarah dan perkembangan saat ini,” tambah mahasiswa jurusan tarbiyyah ini.

Selain itu, tambah salam, Arti dari sebuah kuliner tidak hanya sebuah makanan saja, akan tetapi kuliner juga mampu memberikan nama icon untuk daerah tersebut.

Alumnus SMK Ma’arif NU kudus ini berharap dengan terbitnya Majalah Paradigma edisi 29 tahun 2016 ini bisa memberikan pengetahuan dam sejarah kuliner yang ada di kudus. Disamping itu juga mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan kuliner khas kudus ini.

“Para mahasisiwa dan masyarakat umum harus melek (sadar, red) mengenai kuliner yang ada di kudus. Agar warisan leluhur ini benar-benar terjaga dan dilestarikan oleh anak cucunya kelak. Perhatian lebih pada kuliner agar tidak diakui oleh Negara lain,” tandasnya. (WA/SM)


Inilah Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Santri 2016 di Kabupaten Jepara

(Sumber: Ainun Na’im)

SEKITARMURIA.COM, JEPARA – Berbagai kegiatan digelar oleh Pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara untuk memperingatan Hari Santri Nasional tahun 2016 di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.


Kegiatan tersebut diawali dengan seminar dengan bertajuk “ekonomi santri” yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jepara pada sabtu pagi (15/10/16) dengan menghadirkan narasumber KH Abdul Ghaffar Rozin (Ketua PP RMNI NU) dan dari Bank Syariah Mandiri Cabang Jepara, sementara keynote speaker rector UNISNU Jepara DR Sa’dullah Assaidi.

Dilanjutkan hari senin pagi (17/1016) dengan kegiatan pelatihan falakiyah santri, yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jepara. Dengan pemateri KH Ahmad Zabidi (Ketua Lembaga Falakiyah NU Kabupaten Jepara).

Tidak hanya itu saja, peringatan hari santri di jepara juga ada lomba Musabaqoh Qiro’atil Kutub yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jepara pada hari rabu pagi (19/10/16) bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Jepara.

Sementara itu, puncak kegiatan akan digelar pada hari sabtu pagi (22/10/16) pukul 07.00 WIB dengan upacara hari santri nasional 2016 di alun-alun Jepara. Dialnjutkan pukul 13.00 WIB kegiatan Donor Darah dari PMI Jepara. 

Kemudian dihari yang sama juga ada kegiatan bhakti social bersih-bersih masjid diseluruh masjid NU di Jepara. Selanjutnya pukul 11.00 WIB ada atraksi Pagar Nusa di alun-alun Jepara, dan malamnya ada pentas seni Lesbuumi NU Jepara di alun alun juga.
Terakhir ditutup pada hari kamis pagi (27/10/16) dengan kegiatan Seminar dengan bertajuk “mengembalikan Sejarah Tokoh NU yang hilang” di Gedung MWCNU Bangri, dilanjut dengan Maulid Kebangsaan dan Bai’at 1000 santri cinta NKRI pada kamis malam (27/10/16) di halaman Masjid Baiturrohim Kalitelon Tengguli Bangsri Jepara yang insya’allah dihadiri oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan Jawa Tengah. (WA/SM)

Ma’had Qudsiyyah Juara Umum MQK Kudus 2016

Santri Ma’had Qudsiyyah (Sumber: Nurul Garden)
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Pondok Pesantren Ma’had Qudsiyyah Menara Kudus berhasil menjadi juara umum dalam Musabaqoh Qiro’atil Kutub yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus di Pondok Pesantren Assa’idiyyah Kudus Jawa Tengah.

Nurul Garden salah satu guru Ma’had Qudsiyyah mengaku senang dengan prestasi yang diraih oleh santri-santri Ma’had Qudsiyyah.

“Alhamdulillah Ma’had Qudsiyyah dapat 5 medali emas dan 2 medali perak dalam MQK Kabupaten Kudus hari ini, dan juga juara umum untuk putra,” tulisnya dalam status facebooknya pada ahad malam (16/10/16).

Alumnus Pondok Pesantren Al-anwar Sarang Rembang ini berharap ke depan Ma’had Qudsiyyah bisa mempertahankan prestasi juara umum.

“Semoga ini bisa berlanjut pada tahun depan seperti tahun-tahun terdahulu, dan semoga Allah senantiasa memberi barokah kepada Ma’had Qudsiyyah tercinta ini, amiiin,” harapnya. (WA/SM)

Jangan Lewatkan Pameran Buku Jepara 2016

(Baliho di sekitar jalan Kampus Unisnu Jepara)
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Jepara akan menggelar pameran buku Jepara yang akan diselenggarakan mulai tanggal 18-24 Oktober 2016. Acara tersebut akan ditempatkan di Gedung Wanita Jepara Jawa Tengah.

Seperti baliho pengumuman yang terletak di jalan sekitar kampus Unisnu Jepara. selain pameran buku, banyak juga acara pendukung lainnya. Seperti lomba hafidz qur’an, da’I cilik, fashion show, karaoke, dll. Bagi anda yang belanja buku juga ada door prize sepeda gunung, dispenser, kompas gas, dll. Untuk informasi selanjutnya silakan hubungi 085 712 044 600 (Acara) atau 082 324 844 600 (Stand). (WA/SM)