Spirit Nasionalisme Sholawat

Oleh: Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA
Membaca Sholawat kepada Nabi menurut Imam Syafii sebagaimana dikutip Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Munir adalah wajib karena perintah menunjukkan hukum wajib. 

ياايها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما 

Namun, menurut Imam Syafii, kewajiban membaca shalawat ada dalam shalat, tepatnya pada rukun tahiyyat, baik awal maupun akhir. Jadi, minimal orang membaca shalat kepada Nabi 10 Kali dalam sehari (tahiyat awal dan akhir). 

Selain dalam shalat, membaca shalawat tidak wajib, tapi sunnah. Hebatnya membaca shalawat ini dijelaskan dalam kitab Syarah Bahjatul Wasail ketika Penulis ngaji kepada Kiai Sahal di sela momentum ngaji kilatan. Dalam kitab tersebut dijelaskan, meskipun sambil riya’ (pamer), membaca shalawat tetap dianjurkan. Tentu dianjurkan secara ikhlas sebagai bukti ketulusan amal seseorang hanya menggapai ridla Allah. 

Meskipun demikian, ada sisi lain yang jarang diungkap orang dalam momentum sholawatan yang dilakukan secara kolektif (masal), yaitu sisi Nasionalisme. Lagu dan penjelasan Habib Syekh untuk mencintai Indonesia, memajukan Indonesia, dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat kuat. 

Negara Timur Tengah yang notabene Negara Islam tidak serukun dan seguyup Indonesia dalam gerakan shalawat. Apalagi di Madinah yang sangat ketat madzhab Wahabi. Oleh sebab itu, Indonesia adalah anugrah bagi seluruh bangsa yang harus dirawat. Di negeri ini, semua elemen bangsa, mulai Birokrat, Ulama-Kiai, TNI-Polri, dan warganya kompak dalam bersholawat demi menjaga NKRI dari ulah provokator yang mengacaukan suasana. 

Yang paling syahdu adalah prosesi penutupan shalawat yang dimulai dengan bacaan doa dan lagu kebangsaan yang inspiratif, motivatif, dan edukatif. Lagu Pancasila Dasar Negara…., Garuda di dada, dan lagu-lagu Nasionalis lainnya sangat menyentuh kalbu. 

Sholawat menjadi wasilah internalisasi spirit Nasionalisme kepada seluruh elemen bangsa lintas sektoral. Memang, selama Aparat Penegak Hukum, khususnya TNI-Polri solid dalam satu barisan dengan NU, maka selama itu pula Bendera Merah Putih akan terus berkibar di Negara tercinta Indonesia.

Penulis merupakan Direktur Lembaga Studi Kitab Kuning Pati, penulis buku Biografi Intelektual KH MA. Sahal Mahfudh

Belajar Tawadlu dari Kiai Sahal Mahfudh

Kiai Sahal saat bersama Kiai Abdurrahman Wahid (Istimewa)
PATI, SEKITARMURIA.COM – Tahun 2007, saya menghadiri acara resepsi pernikahan temen Mas Abdul Halim Gandong Pasucen Trangkil, tetangga, alumnus PIM, sekamar di Pondok Raudlatul Ulum Kajen. Ia Menikah dengan Mbak Nafisah, alumnus PIM asal Pondok Pesilba Kajen, asuhan Hj. Nafisah Sahal. 
Akad nikah berlangsung di Masjid Blingo Jepara, dekat rumah mempelai perempuan. Alhamdulillah Kiai Sahal datang langsung untuk menikahkan pasangan ini. Akad nikah berjalan dengan khidmat. 

Setelah akad nikah, acara diteruskan dengan resepsi. Ketika Kiai Sahal berjalan menuju tempat resepsi, ternyata keluarga tidak menyiapkan tempat khusus di rumah, Karena rumah penuh dengan jajan dan tamu. 
Akhirnya Kiai Sahal duduk di kursi sebagaimana umumnya para tamu. Beliau tidak canggung dengan kondisi ini. Ketika tidak ada orang yang berani menemani Kiai Sahal, saya memberanikan menemani beliau supaya beliau tidak sendirian. 

Kami sempat berbincang banyak hal. Kiai Sahal menceritakan dakwah beliau dalam memberdayakan masyarakat dengan menghidupkan BPPM (Biro Pengembangan Pesantren dan Masyarakat) yang menjalin kerjasama ke dalam dan luar negeri. 
Yang membuat saya kagum adalah beliau sama sekali tidak merasa sebagai orang besar meskipun jabatannya adalah Rais Am Syuriyah PBNU dan Ketua Umum MUI Pusat. Beliau duduk dengan para tamu pada umumnya dengan meja melingkar yang dipenuhi banyak jajan sebagaimana resepsi pada umumnya. 

Beliau memang tidak ingin dihargai, Karena orang yang merasa dirinya berharga justru tanda orang yang kurang baik. Orang baik adalah orang yang merasa dirinya banyak kekurangan dan dosa. Orang yang merasa dirinya lebih unggul dari orang lain adalah kesombongan yang justru menjadi kekurangannya. 

Semoga kita bisa meneladani Kiai Sahal yang merasa dirinya tidak unggul dari orang lain, rendah hati, egaliter, dan menghormati orang lain dengan penuh sopan santun. 
Ingat dawuh: 
من تواضع رفعه الله ومن تكبر وضعه الله 
Orang yang rendah hati diangkat derajatnya oleh Allah, Dan orang yang sombong direndahkan derajatnya oleh Allah. 
Kisah ini diceritakan oleh Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA., yang merupakan santri KH Sahal Mahfudh (WA/SM)

Moment Indah, Habib Syech Sowan Kiai Sya’roni Kudus

KUDUS, SEKITARMURIA.COM – Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menyempatkan sowan ke kediaman ulama’ kharismatik Kudus, KH Sya’roni Achmadi pada Jumat (23/11/2018) bersama rombongannya. 

Terlihat dari beberapa foto yang diambil oleh hadirin yang datang, beliau berdua tampak saling meluapkan rindu. Habib dari Solo tersebut dikabarkan sudah lama tidak mengisi acara pengajian di Kudus. 

Ia dijadwalkan mengisi acara pengajian umum dan shalawat bersama Majlis Ta’lim dan Dzikir Darul Haddad pada Jumat malam (23/11/2018) di Demaan, Kota Kudus. (RK/SM)

Pemkab Pati Gelar Gema Shalawat Bersama Habib Syech

Credit Foto: Suarasurabaya.net


PATI, SEKITARMURIA.COM – Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf akan mengisi pengajian yang digelar oleh Pemerintahan Kabupaten Pati pada Kamis (22/11/2018) pukul 19.00 WIB. Acara yang bertajuk Gema Pati Bershalawat ini diadakan dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad SAW.

Rencananya, acara akan dilaksanakan di Alun-alun Simpang Lima Pati. Diiringi oleh grup Ahbabul Musthofa, yang telah malang melintang manggung bersama habib Syech.

Ini merupakan rangkaian jadwal Habib Syech di sepanjang kota pantura. Sebelumnya, Habib dari Solo tersebut telah mengisi acara di Jepara tadi malam (21/11/2018). Kemudian ia juga dijadwalkan mengikuti acara pengajian di Kudus, besok Jumat (23/11/2018). (RK/SM)

Filipina Tahan Thailand 1-1, Indonesia Dipastikan Gagal Lolos ke Semifinal AFF 2018

Credit Foto: El Shinta

SEKITARMURIA.COM- Timnas Indonesia harus menelan pil pahit untuk keempat kalinya dalam sejarah AFF dengan gagal lolos fase grup, yaitu 2007, 2012, 2014, dan 2018. Pasalnya, Filipina berhasil menahan Thailand dengan skor 1-1 di Stadion Nasional Filipina, Rabu (21/11/2018).

Dengan hasil imbang ini, Filiphina dan Thailand sama-sama mengoleksi poin 7. Sedangkan timnas Indonesia baru mengoleksi poin 3 hasil kemenangan melawan Timor Leste.

Pada pertandingan lain, Singapura juga berhasil meraih kemenangan melawan Timor Leste dengan skor 6-1 yang menjadikan poin Singapura menjadi 6.

Hasil ini tentunya menjadi kabar buruk bagi masyarakat Indonesia. Karena walaupun Timnas Indonesia nanti ketika berjumpa dengan Filipina mampu menang, akan tetap sia-sia karena poin Indonesia hanya 6. (MFR/SM)

Bazar Buku Murah Kudus Harga Mulai Lima Ribu

Creadit Foto: WA/SM
KUDUS, SEKITARMURIA.COM – Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, bazar buku murah Kudus selalu memberikan harga yang murah dan terjangkau bagi para pecinta buku di sekitar kabupaten Kudus. 

Pada tahun ini, bazar buku murah Kudus meneyediakan harga mulai dari lima ribu rupiah. Kegiatan yang dimulai pada tanggal 24 November sampai 2 Desember 2018 ini dilaksanakan di Gedung Graha Mustika Kudus Jl. Getas Pejaten No. 1A Jati Kudus. 

Selain pameran buku, berbagai stand pendukung juga disediakan, seperti Stand Herbal, Aksesoris, VCD, dll. Untuk jam buka pameran buku ini dimulai pukul 09.00 pagi sampai pukul 21.00 malam. Ayo buruan ajak temen, saudara, sahabat, maupun keluarga anda untuk memborong buku maupun yang lainnyai.(WA/SM)

Malam Ini, Habib Zaenal Abidin Dijadwalkan Hadir di Demak

Istimewa
KUDUS, SEKITARMURIA.COM – Habib Ali Zaenal Abidin Assegah dari Pekalongan malam ini (19/11/18) dijadwalkan akan isi pengajian umum bertajuk “Karanganyar Bersholawat” di Lapangan Geloran Karanganyar Desa Karaganyar Demak Jawa Tengah. 
Kegiatan Dalam rangka hari peringatan maulid nabi Muhammad Sahllallahu alaihi wasallam ini juga diiringi grup rebana Az-zahir dari Pekalongan. Kegiatan ini didukung oleh pemeritah desa setempat dan juga dan Ormas Nahdlatul Ulama beserta banomnya dan akan dimulai pukul 19.30 WIB.(WA/SM)

MA Qudsiyyah Borong Penghargaan di Ajang Festival Teater Pelajar Kudus 2018

Credit Foto : Instagram/teater.djarum
KUDUS, SEKITARMURIA.COM – Perhelatan Festival Teater Pelajar (FTP) Kudus 2018 telah usai ditutup tadi malam (17/11/18) di GOR Djarum Kaliputu, Kudus. Festival yang dimulai sejak pertengahan Oktober ini ditutup dengan acara puncak Final FTP XI dan Malam Penganugerahan Djarum Award yang digelar tiga hari berturut-turut sejak 15-17 November 2018.

MA Qudsiyyah yang diwakili oleh Teater Jangkar Bumi keluar sebagai juara 1 teater terbaik di tingkat SMA. Mereka berhasil memboyong beberapa penghargaan di puncak malam penganugerahan tersebut.
Total ada 7 penghargaan yang mereka raih. Mulai dari sutradara terbaik sampai penata musik terbaik.
Penghargaan sutradara terbaik dimenangi oleh M. Nur Kholis. Ia berhasil mengalahkan sutradara lain dari lawan finalisnya. Kemudian ada Dino Hendriansyah yang meraih penghargaan sebagai aktor terbaik. Ia sukses menampilkan perannya sebagai dukun di cerita dukun-dukunan yang mereka angkat.

Adapun pemenang penghargaan di kategori aktor pendukung terbaik adalah M. Ja’far Munta’arif. Ia mengambil peran sebagai anak dukun dalam cerita teater yang mereka angkat.
Selain itu ada Arif Chasanul Muna yang meraih penghargaan Penata Set Panggung dan lampu Terbaik. Kemudian ada M. Rizal Muhaimin sebagai penata rias dan busana terbaik. Lalu di kategori penata musik terbaik disabet oleh M. Fatihatur Rohman. (RK/SM)

Ansor Dawe Bersholawat bersama Habib Zainal Abidin dan Gus Apang

Istimewa
KUDUS, SEKITARMURIA.COM – Dalam rangka peringatan maulid Nabi Muhammad Sahllallahu Alaihi Wasallam, PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Dawe akan menggelar acara bertajuk “Ansor Dawe Bersholawat” besok pada ahad malam (18/11/18). 

Acara yang akan dilaksanakan pukul 19.00 tersebut bakal dihadiri oleh Habib Zainal Abidin Al Kaff dari Kudus, KH Melvin Zaynul Asyiqin Imam (Gus iing) dari Kediri, dan Ustadz H Asfal Maula (Gus Apang) dari Kudus berserta tamu undangan lainnya.

Adapun penyelenggaraannya akan dilaksanakan di Halaman SDN 1 Margorejo Dawe Kudus. Bagi segenap masyarakat Kabupaten Kudus dan sekitarnya, silahkan ajak teman, saudara, sahabat maupun keluarga untuk mengikuti kegiatan tersebut. (WA/SM)

Timnas Indonesia Siap Lakoni Misi Berat Melawan Thailand

Credit foto : Tempo/Subekti
SEKITARMURIA.COM – Timnas Indonesia siap lakoni misi berat di ajang Piala AFF 2018 dengan melawan tim langganan juara sepanjang perhelatan Piala AFF yaitu Thailand, Sabtu (17/11). Laga Timnas Indonesia VS Thailand akan berlangsung di Stadion Rajamanggala, Bangkok pada pukul 18.30 WIB.

Stadion Rajamanggala terkenal angker bagi tim tamu. Timnas Thailand mampu tampil ganas kala bertanding di kandangnya.
Dalam rekor catatan Timnas Indonesia sendiri ketika tandang di stadion tersebut terbilang kurang bagus. Timnas mengalami tiga kali kekalahan pada 3 edisi piala AFF yaitu tahun 2000, 2008, dan yang terbaru tahun 2016 yang memupuskan mimpin Timnas Indonesia untuk menjadi juara.

Saat ini, Timnas Indonesia menempati posisi kedua klasemen Piala AFF 2018 setelah mengalahkan Timor leste 3-1 pada laga kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Selasa, (13/11).

“Secara tim kami sudah siap. Mohon dukungannya agar timnas meraih hasil terbaik,” kata pelatih Bima Sakti seperti dikutip dari Antara. 
Pelatih Milovan Rajevac enggan anggap remeh Timnas Indonesia. Ia mengakui bahwa laga melawan Hansamu Yama dkk akan lebih sulit ketimbang saat menang atas Timor Leste pada laga pertama di tempat yang sama. 
“Kami telah memantau Indonesia. Kami siap untuk pertandingan melawan mereka,” tuturnya.(MFR/SM)