Hadirilah Peringatan Maulid Nabi Bersama Habib Zaenal Abidin di Jepara

(Sumber: Khoirul al-miftah)
SEKITARMURIA.COM, JEPARA – Dalam rangka peringatan maulid nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, Jam’iyyah Manaqib Musholla Miftahul Huda Dukuh Pejaten Desa Tunggul Pandean Kecamatan Nalumsari Jepara akan menggelar Pengajian Umum.

Acara yang akan dilaksanakan besok selasa malam (20/12/16) ini insya’allah dihadiri Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf dari Pekalongan, KH Arsyad Muhammadun dari Pati, dan para habaib dari Jepara dan Kudus.

Selain itu, insya’allah juga akan dimeraihkan langsung rebana dari Pekalongan yaitu, Jam’iyyah Addufuf Az-Zahir. Rencanaya acara akan dimulai pukul 19.30 WIB Di musholla Miftahul Huda Dukuh Pejaten Desa Tunggul Pandean Rt 03 RW 03 Nalumsari Kabupaten Jepara. Acara ini terbuka untuk umum. (WA/SM)

Tagar #SuperDamai212 Jadi Tranding Topick di Twitter

Ratusan Ribu Peserta Aksi Super Damai 212 (Sumber: twitter.com)
SEKITARMURIA.COM – Ratusan ribu peserta mengikuti aksi super damai yang diselenggarakan oleh ormas Islam yang menamai dirinya Gerakan Pengawal Fatwa MUI (GMPF MUI) di Monumen Nasional menjadi tranding topick di Twitter.

Seperti yang dipantau SEKITARMURIA.com, lebih dari puluhan bahkan ratusan netizen membuat cuitan tentang asksi ini dengan hastaq #SuperDamai212

Pada jumu’ah pukul 11.07 WIB tagar #SuperDamai2121 terus menduduki peringkat pertama dalam media social twitter yang banyak ditulis oleh netizen.



“Subhanallah suasana monas hari ini. ALLAHU AKBAR!!! #BelaIslamJilid3 #SuperDamai212 #JumatBerkah,” cuit akun @cibinongoren

Sementara itu, ada sebagian peserta yang tidak bisa hadir, namun mendo’akan para peserta aksi melalui cuitannya di twitter.

“Saudaraku aku tak hadir di Monas tapi doaku hadir bersamamu para pejuang-pejuang Islam. Allahu Akbar #SuperDamai212,” tulis akun @tony_nsyah yang kemudian diretweet puluhan netizen.(AA/SM)

Inilah Nasehat Gus Mus Untuk Pengguna Sosial Media

Gus Mus (Sumber: fb.com/simbah.kakung)
SEKITARMURIA.COM – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menasehati para pengguna social media agar berhati-hati dan waspada dalam menerima informasi. Hal ini ditulisnya melalui akun facebook pribadinya pada ahad (27/11/16). Dalam statusnya tersebut, Gus Mus juga bercerita tentang kegiatan rutin setiap harinya, terutama ketika hari jumuah. Status Gus Mus tersebut diberi Judul “Jum’at dan Silaturahmi”.
:: JUM’AT DAN SILATURAHMI ::

Hari Jum’at ~yang digelari sebagai Sayyidul Ayyãm, “Pemimpinnya hari-hari”~ memang bagiku sendiri merupakan hari istimewa. Aku berusaha merayakan hari istimewa ini dengan berbagai kegiatan positif seperti yang diamalkan dan diajarkan kiai-kiaiku. Minimal harus lain dari hari-hari yang lain. Misalnya dalam 6 hari yang lain, kesibukanku lebih merupakan ‘kesibukan duniawi’ saja, aku berusaha semampuku mengisi Jum’atku dengan kesibukan yang lebih ‘ukhrawi’, bernilai akhirat.

Untuk itu, kegiatan rutinku ~bila tidak sedang bepergian~ dimulai dari hari Kamis malam. Lalu pagi harinya, bersilaurahmi melalui ponsel, menyapa dan mendoakan anak-anak; saudara-saudara; keponakan-keponakan; kawan-kawan; dan beberapa kenalan. Kemudian bersilaturahmi dengan saudara-saudaraku warga kampung di seputar Rembang. Bersalaman dengan bapak-bapak dan anak-anak yang ikut ibu-ibu mereka ‘bertadarus’ Al-Qur’an melalui pembacaan Tafsir Al-Ibriznya Kiai Bisri Mustofa, rahimahuLlãh. Setelah itu menerima tamu-tamu yang kebanyakan dari luar daerah. Lalu setelah salat Jum’at di mesjid Jami’ ~kalau tidak terlalu capek atau ngantuk~ biasanya dilanjutkan menemui tamu-tamu lagi, bila ada, kadang-kadang hingga malam hari.

Jum’at kemarin ~25 November 2016~ agak lebih istimewa, karena di antara tamu-tamu yang datang bersilaturahmi dari berbagai daerah, terdapat tamu-tamu muda dari Tegal, Probolinggo, dan Jakarta yang mempunyai tujuan sama. Di samping bersilaturahmi, ingin meminta maaf. Mereka inilah yang beberapa hari sebelumnya, menulis kasar kepadaku di Twitter dan Facebook. Dan sudah aku maafkan via twit di Twitter dan status di Facebook.
Kulihat anak-anak muda yang rata-rata berusia 25 tahunan ini, seperti umumnya pemuda santri. Polos, santun, dan sopan. Sedikit pun tidak ada kesan berandalan, sangar, atau kasar seperti yang mereka tampakkan di twit dan status mereka.
Ketika aku tanya apakah mereka benci kepadaku, karena ucapan atau perilakku yang melukai hati atau menyinggung mereka, mereka bilang tidak. Apakah ada kawan mereka yang pernah kusakiti, dan mereka solider ikut mengecamku, mereka menjawab tidak. Apakah mereka menganggap aku pendukung tokoh politik tertentu yang berlawanan dengan tokoh mereka, mereka menjawab tidak. Ketika kemudian mereka aku tanya, apakah mereka marah karena membaca pendapatku tentang salat Jum’at di Jalanan? Mereka malah seperti kebingungan. Pandu Wijaya malah dengan sangat lesu mengatakan, “Mohon maaf, saat itu saya lagi jenuh dengan pekerjaan.”

Aku pun semakin bertanya-tanya tentang ‘kesaktian’ sosmed ini. Bagaimana ia bisa mengubah anak-anak yang santun seperti mereka ini menjadi orang-orang yang tega memperburuk citra diri mereka sendiri di sosmed. Melihat penampilan mereka di dunia Nyata, aku yakin mereka bukan orang-orang yang tidak tahu adab dan adat.
Dugaanku mereka hanya salah pergaulan di dunia Maya yang memang bagaikan hutan belantara yang ~di samping terdapat manusia-manusia berbudi~ penuh dengan makhluk-makhluk palsu yang tidak bertanggungjawab.

Kepada mereka ini dan semisal mereka ~bukan yang sengaja menjadikan sosmed sebagai sarana menebar kebencian dan kekacauan~ kalau boleh, aku menasihatkan agar (1) menata kembali niat kita dalam menggunakan dan memanfaatkan Sosmed; (2) berhati-hati dan waspada beraktifitas di ‘Dunia Maya’ yang ~kita tahu~ penuh tipuan; (3) jangan mudah tergiur dengan tampilan-tampilan menarik, biasakan tabayun dan meniliti rekam-jejak; (4) jangan tergesa-gesa membaca dan membagikan bacaan; (5) usahakan sekali-kali KopDar, agar bisa melihat Manusia dalam penampilan nyatanya (dalam hal ini, contohlah misalnya perkawanan Maya dan Nyata dari misalnya komunitas Abid Machrus, Pakdhe Tegoeh, Timur Suprabana, Zen Mehbob, Triwibowo Budi Santoso, Zaenal Maarif, dan mereka yang tidak hanya bersapaan di sosmed tapi juga bersilaturahmi di dunia nyata. Mereka guyub, penuh kasihsayang); (6) ingat sabda Rasulullah SAW “Innamal a’mãlu binniyãt… alhadits” dan “Min husni Islamil mar-i tarkuhu mã lã ya’ni”.

Semoga Allah membimbing kita baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Inilah Pendapat Gus Mus Soal Shalat Jumat di Jalan Raya

KH Ahmad Mustofa Bisri (Sumber: fb.com/qudsiyyah1337)
SEKITARMURIA.COM – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus berpendapat terkait akan dilakukannya shalat Jumat di jalan raya oleh sebagian kelompok pada tanggal 2 Desember 2016 mendatang.

Pendapat Gus Mus itu ditulisnya melalui akun twitter pribadinya @gusmusgusmu pada rabu sore (23/11/16)

“Aku dengar kabar di ibu kota akan ada Jum’atan di jalan raya. Mudah-mudahan tidak benar,” tulis Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini



“Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasulullah SAW baru kali ini ada BID’AH sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran,” sambungnya



“Kalau benar, apakah dalil Quran dan Hadisnya? Apakah Rasulullah SAW, para sahabat, dan tabi’iin pernah melakukannya atau membolehkannya?” Tanya Gus Mus

“Kalau benar, apakah salat TAHIYYATAL MASJID diganti salat TAHIYYATAT THARIQ atau TAHIYYATASY SYARI’?” tambahnya

“Kalau kabar itu benar, kepada saudara-saudaraku muslim yang percaya bahwa aku tidak punya kepentingan politik apa pun, kuhimbau untuk memikirkan hal ini dengan pikiran jernih. Setelah itu silakan anda bebas untuk melakukan pilihan anda. Aku hanya merasa bertanggungjawab mengasihi saudaraku,” tulisnya



Gus Mus mengakhiri cuitanya di Twitter dengan nasehat untuk bebas memilih mengikuti atau tidak. “In uriidu illal ishlaha mas tatha’tu wama taufiiqii illa biLlahil ‘Aliyyil ‘Azhiim,” tandasnya. (WA/SM)

Inilah Rangkaian Kegiatan Pemilihan Umum Mahasiswa STAIN Kudus

Banner Pengumuman di depan Kantor Jurusan STAIN Kudus
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus akan menggelar pemilihan anggota Senat Mahasiswa dan Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa untuk periode 2016-2017.

Dalam proses pemilihan tersebut akan dilakukan beberapa rangkaian Kegiatan sebelum dilakukannya proses pemilihan.

Pertama, mulai tanggal 17 sampai 20 November dilakukan sosialisasi pelaksanaan Pemilwa (Pemilu Mahasiswa), kemudian tanggal 21 sampai 23 dibuka pendaftaran peserta Pemilwa.

Selanjutnya, tanggal 24-26 November dilakukan proses verifikasi peserta Pemilwa. Kemudian tanggal 28 November pengumuman verifikasi peserta Pemilwa.

Adapaun tanggal 29November ada perbaikan persyaratan, selanjutnya tanggal 30 November penetapan peserta Pemilwa, dilanjut pengambilan nomor urut peserta Pemilwa.

Sedangkan masa kampanye dilakukan mulai tanggal 1 sampai 5 November 2016 yang terdiri dari debat antar Partai Mahasiswa, dan Debat Calon Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA).

Usai itu, tanggal 6 Desember merupakan hari tenang, dialnjutkan tanggal 7 Desember dilakuakn proses pemungutan suara, perhitungan suara, dan rekapitulasi suara.

Tibalah saatnya hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh mahasiswa STAIN Kudus yaitu, penetapan hasil Pemilwa yaitu pada tanggal 9 Desember 2016.

Kemudian tanggal 12 Desember dilakuakn perhitungan perolehan kursi Partai Mahasiswa, dilanjut penetapan nama anggota Senat Mahasiswa (SEMA) dan Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Kudus pada tanggal 16 Desember 2016.
Setelah proses penetapan, tibalah saatnya Pelantikan dan Pengukuhan Anggota SEMA dan Pengurus DEMA STAIN Kudus pada tanggal 10 Januari 2017. (WA/SM)

Ahok Ucapkan Terima Kasih Atas Penetapannya Sebagai Tersangka

Basuki Tjahaja Purnama (Sumber: twitter.com/basuki_btp)
SEKITARMURIA.COM – Calon Gubernur nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengucapka terima kasih kepada pihak kepolisian atas penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

”Terima ksih untuk semua dukungan yang mengalir. Saya terima dan ikuti proses hukumnya,” tulisnya dalam akun twitternya pada rabu (16/11/16)

Baca Juga: Tagar #KamiAhok Jadi Tranding Topic di Twitter

Lebih lanjut mantan bupati Belitung timur ini mengaku percaya dengan penetapannya sebagai tersangka akan membuat contoh demokrasi yang baik. “Karena saya percaya ini contoh yang baik untuk demokrasi,” tandasnya. (WA/SM)


Tagar #KamiAhok Jadi Tranding Topic di Twitter

Basuki Tjahaja Purnama (Sumber: twitter.com/basuki_btp)
SEKITARMURIA.COM – Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjaahaja Purnama atau Ahok menjadi perbincangan banyak netizen di dunia maya. Ini terbukt dengan semakin viralnya hastaq #KamiAhok hingga menduduki tranding topic teratas di social media twitter.

Seperti yang dipantau SEKITARMURIA.COM pada rabu malam (16/11/16) Tagar #KamiAhok terus menduduki pringkat pertama dalam Tranding Topic di Twitter.

Tranding Topic di Twitter
Meskipun sudah ditetapkan jadi tersangka, Ahok tetap mendapat dukungan dan semangat dari para netizen dari berbagai daerah.

“Tersangka bukan akhir dari segalanya. Walaupun bukan warga Jakarta, tetap dukung doa untuk @basuki_btp tetap kuat dan teguh pak #KamiAhok” tulis akun @DwiPutrianaLG

“Sungguh miris liat perjuangan mu pak ahok.Kau tak mengenal lelah apalagi menyerah! Alhmdllah aku muslim aku tetap dukung pak ahok #KamiAhok” cuitan pemilik akun @pasmud02

Tidak hanya itu saja, salah satu netizen juga mengaku merasakan apa yang dirasakan oleh Ahok.
“Sabar berdoa yea pak, kami merasakan apa yang bapak rasakan #KamiAhok” begitu cuitan dari pemilik akun twitter @AlvinoLulu 

Ketua Umum PBNU Mengutuk Keras Kekerasaan Atas Nama Apapun

KH Said Aqil Siraj (Sumber: twitter.com/saidaqil)

SEKITARMURIA.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siraj mengutuk keras atas nama apapun, termasuk yang pagi ini menimpa saudara kita di Gereja Oikumene, Samarinda.
Hal ini ditegaskannya melalui akun twitternya @saidaqil pada ahad siang. Dalam akun media sosialnya tersebut, said menyayangkan kejadian kekerasan yang mengatas namakan apapaun apalagi mengatas namakan Agama.
“Terlebih lagi atas nama agama, laa ikraaha fiddin. Tidak ada kekerasan dalam agama, dan tidak ada agama dalam kekerasan,” Pungkasnya. (WA/SM)

Ratusan Santri Jepara Tanda Tangani Santri Siap Bela NKRI

Ceramah KH Sholeh Bangsri
SEKITARMURIA.COM, JEPARA – Ratusan santri dari berbagai pesantren di Kabupaten Jepara Jawa Tengah menandatangi komitmen santri siap bela NKRI pada sabtu siang (12/11/16) di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Tungguli Bangsri Jepara.

Ratusan Santri tanda Tangan Santri Siap Bela NKRI
Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Koordinasi Cabang Laskar Santri Nusantara ini berlangsung khidmah dengan hadirnya para pegurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Bangsri dan Mbah KH Sholeh selaku sesepuh di daerah setempat. (WA/SM)

Hari Pahlawan, Yuk Nonton Film, Diskusi, dan Napak Tilas Bareng Jenank Kudus

(Sumber: Arfin Akhmad Maulana)
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Dalam rangka peringatan hari Pahlawan Nasional pada 10 November mendatang, Jaringan Edukasi Napak Tilas Kabupaten Kudus (Jenank) akan menyelenggarakan Nonton Film, Diskusi, dan Napak Tilas besok ahad pagi (13/11/16)

Kegiatan yang bertajuk “Melacak Jejak Pertempuran Muria” tersebut rencananya akan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB bertempat di Omah Dongeng Marwah Kudus (Griya Balur Muria).
Acara tersebut terbuka untuk umum. Untuk bisa mengikuti acara tersebut hanya dengan mendaftarkan diri melalui 085 640 715 140 dengan kontribusi 10 ribu. Adapun fasilitas yang akan didapatkan peserta ialah makan, snack, dan ilmu tentunya. Ayo buruan daftarkan diri anda. (AA/SM)