Lulusan PBI UMK Punya Peluang Berkarier Internasional

Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Nuraeningsih bersama dua narasumber dari Amerika
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Sebenarnya banyak peluang yang bisa diambil para lulusan Prodi PBI untuk berkarier di dunia internasional. Sehingga yang harus dilakukan kemudian, bagaimana meningkatkan kapasitas untuk merebut peluang jadi pengajar (guru, red) di dunia internasional, dan jangan hanya berpikir bagaimana jadi guru lokal saja.

Hal ini ditegaskan oleh Nuraeningsih, kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) dalam acara kuliah tamu yang bertajuk “do You Want To Be International English Teachers?” di kampus setempat pada Jumat (28/7/2017) lalu.

Kuliah tamu yang diikuti sekitar 120 mahasiswa tersebut menghadirkan dua pakar asal Amerika Serikat (AS) yaitu, Kate Boyens BA. M.S.Ed. dan Elicia Blackford BA. M.Ed. dua pakar asal Negeri Paman Sam itu hadir di UMK atas kerja sama Prodi PBI FKIP dengan alumni Internasional Leaders in Education Program (ILEP).

ILEP merupakan program bagi guru Indonesia, untuk mengembangkan kemampuan pedagogignya. Lembaga ini dikelola oleh International Research & Exchanges Board (IREX) di bawah pemerintahan AS. 

“Kate Boyens dan Elicia Blackford sedang di Indonesia untuk road show, ceramah ke sekolah-sekolah. Keduanya berkenan menjadi narasumber kuliah tamu di UMK berkat kerja sama UMK dengan ILEP,” kata Nuraeningsih.

Sementara itu, Elicia Blackford, dalam paparannya, menyampaikan betapa pentingnya meningkatkan (membangun) kapasitas. “Urgensi dari pentingnya peningkatan kapasitas itu, karena pendidikan selalu berkembang, dunia yang terus berubah dan adanya perkembangan pola pikir manusia,” jelasnya.

Pengajar di Madison High School in Portland, Oregon itu menambahkan, Peningkatan kapasitas untuk pengembangan profesi ada banyak hal. “Yang dibutuhkan untuk peningkatan kapasitas tersebut, antara lain memiliki kemampuan memimpin, senantiasa meningkatkan wawasan dan pengetahuan, serta melakukan kolaborasi dan networking,” paparnya.

Kate Boyens, narasumber lain, pada kuliah tamu tersebut mengulas tentang “Teaching English to Young Learners”. Dengan gaya yang santai, Kate lebih menekankan penyampaiannya pada hal-hal tekni, bagaimana mengajar Bahasa Inggris untuk anak usia Sekolah Dasar (SD). (RD/WA/SM)

Nanti Malam, Hadirilah Nalumsari Bersholawat Bersama Habib Zainal Abidin

Istimewa
SEKITARMURIA.COM, JEPARA – Habib Ali Zainal Abidin dari Pekalongan dijadwalkan akan hadir dalam acara bertajuk “Nalumsari Bersholawat” nanti malam (31/07/17) di Dukuh Penagon, Desa Nalumsari Kabupaten Jepara.

Acara yang diselenggarakan dalam rangka halal bi halal tersebut rencananya akan dimulai pukul 19.30 WIB dengan menghadirkan kyai Abdullah saad dan Habib Ali Zainal Abidin dari Pekalongan Jawa Tengah. Selain itu, grup hadrah Az-Zahir juga dijadwalkan akan hadir mengiringi pembacaan maulid nabi. Acara ini terbuka untuk umum, silakan ajak teman, saudara, sahabat, keluarga maupun yang lainnya untuk hadir. (SM)

Inilah Cara Membentuk Keluarga Kuat, Peduli dan Solider

Arist Merdeka Sirait menyampaikan materi
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar seminar nasional di Auditorium Kampus UMK pada Sabtu (22/7/2017) lalu. 
Seminar yang dihadiri lebih dari 500 peserta dari berbagai sekolah dan institusi di Kudus dan sekitarnya ini terselenggara atas kerja sama antara PSG UMK Kudus. Dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora), Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Kudus, dan Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus.

Dalam kesempatan tersebut, Panitia menghadirkan Tiga narasumber, yaitu Arist Merdeka Sirait (Komisi Nasional Perlindungan Anak), Dr. Any Ismayawati SH. M.Hum (JPPA Kabupaten Kudus) dan Dr. Sri Utaminingsih (ketua PSG UMK). Seminar dimoderatori Dr. Mamik Indaryani MS. (ketua Lembaga Penelitian/ Lemlit UMK).

Arist Merdeka Sirait, mengutarakan, betapa pentingnya memahami anak, yakni dengan memahami keunikan-keunikan perkembangan perilaku pada anak dan membuat pola pengasuhan yang sesuai dengan karakternya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang mesti dilakukan, dalam upaya membentuk keluarga yang kuat, peduli dan solider terhadap orang lain. Antara lain, menjangkau hati. Yaitu mengembangkan perangkat strategi berbasis hati untuk memaksimalkan pertumbuhan anak.
Selanjutnya melibatkan interaksi spiritual, yakni memanfaatkan kekuatan interaksi spiritual dalam keluarga melalui ibadah; lalu mengembangkan spiritual dan moral, dengan menekankan motivasi internal melalui pengembangan spiritual dan moral.
“Selain itu, adalah mengelola emosi, yaitu mengidentifikasi strategi spesifik untuk mengelola kemarahan dan bentuk emosi lainnya pada anggota keluarga, serta membangun rasa hormat yang bertujuan memperkuat hubungan dalam kehidupan keluarga,” terangnya.

Sementara itu, Dr. Any Ismayawati SH. M.Hum pada kesempatan itu menyampaikan makalah berjudul “Peran JPPA Kabupaten Kudus dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak” dan Dr. Sri Utaminingsih memaparkan materi mengenai “Pembelajaran yang Memberdayakan”. (Rosidi/Wafa/SM)

Hebat, Mahasiswa KKN Tematik Undip Sulap Limbah Sayur Jadi Starter Bioalami

Mahasiswa KKN Tematik Undip Semarang menunjukkan hasil temuannya

SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Masalah penimbunan sampah organik yang tidak diolah secara baik yang terjadi di dukuh Pacikaran, Desa Lau Dawe Kudus, membuat Para mahasiswa KKN Tematik Undip tergugah untuk berinovasi membuat Efefective Microorganisem (EM4) alami yang berasal dari limbah sayur dan buah.


Ide tersebut muncul karena mereka merasa prihatin melihat sebagian besar masyarakat dukuh Paciran yang bermata pencahariaan sebagai petani sayur hanya memanfaatkan limbah tersebut untuk pakan ternak tanpa melalui proses pengolahan.

Fadilla Riskiana (21) salah satu mahasiswa KKN tematik Undip Semarang yang membuat Inovasi tersebut mengatakan bahwa, inovasi tersebut semata-mata untuk membantu masyarakat agar bisa memanfaatkan limbah sayur dengan baik. 
“Limbah sayur menimbun dan tidak termanfaatkan mendorong kita untuk berinovasi, sehingga memiliki nilai jual lebih agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar mahasiswa jurusan Peteranakan Undip Semarang ini pada jumuah sore (28/07/2017). 
Lebih lanjut Ana menjelaskan, Efefective Microorganisem (EM4) alami yang dibuatnya tersebut berasal dari limbah sayur, seperti kacang panjang, kol, kankung, dan kulit nanas. “Limbah sayur diolah dengan cara dipotong menjadi kecil-kecil lalu dicampur hingga merata dan ditambahkan air cucian beras dan air kelapa,” paparnya.
Adapun proses fermetasi yang dilakukan memerlukan waktu hingga tujuh hari. Setelah itu, maka aroma yang dihasilkan khas fermentasi. “Pembuatan Efefective Microorganisem (EM4) buah dibuat dengan cara mengekstrak satu buah nanas berukuran sedang dan ditambahkan dengan air kelapa serta tetes tebu. Proses fermentasi buah nanas memerlukan waktu selama 14 hari,” tambahnya.

Ana menambahkan, Produk Efefective Microorganisem (EM4) alami yang dihasilkan relatif lebih aman dan memiliki volume yang cukup banyak, mengingat EM4 yang dihasilkan masih berupa starter utama (induk). 
Sementara itu, Syaiful Huda, salah satu mahasiswa Peternakan Undip Semarang yang ikut membuat inovasi tersebut mengatakan, Efefective Microorganisem (EM4) yang dihasilkan memiliki manfaat yang baik bagi masyarakat sekitar. “Selain aman digunakan dalam jangka waktu yang panjang, Em4 yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan,” terangnya.

Huda berharap hasil temuannya dan teman-temannya tersebut nantinya bakal bermanfaat bagi masyarakat. “Pembuatan EM4 alami seperti ini diharapkan dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyakarat Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus,” pungkasnya. (WA/SM)

Disambut Bupati, Ratusan Mahasiswa UMK KKN di Pati

Bupati Pati Haryanto memberi arahan kepada mahasiswa UMK Kudus
SEKITARMURIA.COM, PATI – Sebanyak 588 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK), diterjunkan untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ditempatkan di Kecamatan Wedarijaksa dan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati Jawa Tengah.
Penerjunan ratusan mahasiswa KKN UMK itu dilakukan langsung oleh Rektor UMK, Dr. Suparnyo SH. MS., diterimakan kepada Bupati Pati Haryanto SH., M.Si MM. di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (26/7/2017), disaksikan para pejabat teras Kabupaten Pati, jajaran pimpinan UMK, Camat Gabus, Camat Wedarijaksa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Pati, Ir. Pujo Winarno MM., mengatakan, KKN mahasiswa merupakan bentuk kegiatan, yang memadukan unsur-unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan (pengajaran), penelitian dan pengabdian masyarakat.
“Maksud dari KKN ini, yaitu agar mahasiswa dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah di tengah-tengah masyarakat, melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta mendorong mahasiswa berpartisipasi dalam pembangunan di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Pati, Haryanto menyambut denga senang hati para mahasiswa UMK yang akan melaksanakan tugas KKN di kabupaten yang dipimpinnya. “Saya perintahkan kepada Camat Gabus dan Wedarijaksa menerima dengan senang hati pula, dan ikut membimbing para mahasiswa KKN ini,” terangnya.

Bupati du periode ini juga berpesan kepada mahasiswa peserta KKN, agar tidak mengejar program fisik, akan tetapi membangun SDM. “Untuk pembangunan dana sarana dan prasarana desa, sudah ada anggaran dari dana desa. Maka yang terpenting, bagaimana mahasiswa membantu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan manajemen,” tuturnya.
Rektor UMK, Dr. Suparnyo berpesan kepada para mahasiswanya, agar bisa membawa diri dengan baik dan ikut mengambil peran mencari solusi dalam mengurangi angka kemiskinan di desa tempat KKN. (Rosidi/Wafa/SM)

Merawat Alam Termasuk Perintah Rasulullah

KH Ahmad Faiz menyampaikan tausiyah
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Aktivis Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Dahana Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar kegiatan berjatuk “Perspektif Lingkungan Hidup dalam Agama Islam” di halaman Masjid Darul Ilmi kampus setempat pada Ahad malam (23/7/2017).

Kegiatan Ngaji Lingkungan ini mendatangkan KH. Dr. Ahmad Faiz LC. MA. dan KH. Syarifuddin mewakili KH. A. Musthofa Bisri yang berhalangan hadir. Hadir pula Habib Syafiq Al-Kaff, yang didaulat memimpin pembacaan maulidurrasul. 

Dalam Tausiyahnya, KH Ahmad Faiz, menuturkan, pengajian lingkungan ini berdampak positif, mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada Mapala. “Mapala yang konon identik dengan urakan dan tidak islami, itu tidak terbukti,” ujarnya yang ngaji lingkungan yang dihadiri Rektor Dr. Suparnyo SH. MS., beserta jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan sivitas akademika UMK itu.

Pengasuh Pondok Pesantren Yanbu’ul Quran Menawan itu menambahkan, bahwa Mapala yang suka naik gunung tetapi terkadang merusak, juga tidak terbukti. Melainkan banyak aktivis Mapala yang suka melakukan penanaman pohon dan merawat alam.

“Aktivitas Mapala yang suka menanam pohon dan merawat alam, ini termasuk perintah Nabi Muhammad SAW. Perintah itu berdasar pada latar belakang lingkungan tanah tumbuhnya Islam, yaitu Arab, yang gersang. Karena lingkungan tumbuhnya Islam tanah gersang, Rasulullah memerintahkan umatnya untuk banyak-banyak menanam,” tuturnya.

KH. Syarifuddin, mengatakan, aktivis Mapala tidak gentar dengan adanya stigma negatif dari orang lain. “Sikap cuek diperlukan sembari tetap melakukan aktivitas baik, yakni merawat lingkungan. Jangan khawatir hanya karena dikatakan negatif orang lain,” pesannya.

Baca Juga : KKN STAIN Kudus Hijaukan Batangan Pati

Dia mengutarakan, Indonesia memiliki alam yang indah dan lengkap. “Alam atau lingkungan itu harus terus dijaga dan dilestarikan, sebagai bentuk rasa syukur kita sebagai manusia. Salah satu wujud rasa syukur itu, antara lain menjaga alam dan menghindarkannya dari kerusakan,” paparnya.

Lebih jauh KH. Syarifuddin menyebutkan, bahwa perilaku suka membuat kerusuhan, juga merupakan pangkal dari sebuah kerusakan. “Dengan itu manusia digiring pada persepsi benar-salah dengan dalih membela agama, namun abai terhadap persoalan lain yang lebih penting,” katanya. (Rosidi/Wafa/SM)

Hebat, Mahasiswa UMK Kudus Berhasil Buat Aplikasi Pengaduan Pungli

Mahasiswa UMK menunjukkan hasil karyanya ke pimpinan UMK Kudus
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Setelah sukses merancang alat pengering ikan (automatic fish dryer) dengan menggunakan tenaga angin untuk para nelayan di Kabupaten Pati beberapa pekan lalu, Kini mahasiswa UMK Kudus juga berhasil membuat Aplikasi Pengaduan Masyarakat (Alpukat).

Aplikasi Aplukat ini khusus untuk mengadukan terkait pungutan liar (pungli) di Kabupaten Kudus. Aplikasi tersebut dibuat oleh lima mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) yaitu, Arsya Yoga Pratama, Iman Ardhi Prabowo, Aditia Rasid Muflihatun Ni’mah dan Alifah Normassari.

Arsya Yoga Pratama, menjelaskan, gagasan membuat aplikasi Alpukat ini, terinspirasi dari banyaknya berita mengenai pungli di berbagai media massa, namun masyarakat sendiri tidak banyak yang tahu mau melaporkan ke mana atau siapa.

“Kajian untuk merancang aplikasi Alpukat ini mencapai satu bulan. Sementara proses membuat aplikasinya lebih kurang empat bulan lamanya,” katanya pada Rabu pagi (19/7/17).

Baca Juga : Hebat, Mahasiswa KKN Tematik Undip Sulap Limbah Sayur Jadi Starter Bioalami

Dalam proses membuat aplikasinya, kendala utama yang dihadapi yaitu sempat kesulitan mengenai perangkat komputer. “Untuk membuat aplikasi berbasis android, cukup kesulitas, karena perlu komputer dengan spesifikasi tinggi. Beruntung kami dapat pinjaman komputer dalam salah satu teman kuliah,” Iman Ardhi Prabowo menimpali.

Agar aplikasi ini bermanfaat, setelah final akan diserahkan ke pihak pihak kantor pemerintah Kabupaten Kudus, yang berwenang menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait pungli yang terjadi.

“Laporan melalui Alpukat ini, bisa disertai dengan gambar, audio maupun video sebagai bukti pelaporan pungli. Aplikasi ini dilengkapi Global Positioning System (GPS), untuk mengetahui posisi atau lokasi pungli secara akurat,’’ ujar mahasiswa program studi Sistem Informasi.
“Pelapor tidak perlu khawatir identitasnya diketahui orang lain, karena hanya pelapor dan admin saja yang mengetahui identitas pelapor,” lanjutnya dalam pembuatan aplikasi yang dibimbing oleh Andy Prasetyo Utomo S.Kom MT. (WA/RD/SM)

Kain Tenun Ikat Jepara Raih Penghargaan MURI

Bupati Jepara KH Ahmad Marzuki (tiga dari kiri) bersama tamu undangan
SEKITARMURIA.COM, JEPARA – Kain tenun ikat khas Kabupaten Jepara, Tenun Troso, telah resmi tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Sabtu (15/7/2017) lalu. Tenun ikat Troso tercatat di MURI melalui karya Kain Tenun Ikat Motif Nusantara Terpanjang, yakni mencapai 217,4 meter.

Hal itu ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan yang diserahkan oleh Eksekutif Manajer MURI, Sri Widayati, kepada kepada Bupati Kabupaten Jepara KH. Ahmad Marzuqi SE., Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Troso dan Universitas Muria Kudus (UMK) yang diterima langsung Rektor Dr. Suparnyo SH. MS.

“Rekor ini menumbangkan rekor sebelumnya, yakni kain tenun songket terpanjang yang ditorehkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak pada 28 Oktober 2014. Rekor kain tenun songket Pemkot Pontianak waktu itu, dengan panjang 161 meter,” terangnya dalam penganugerahan MURI yang dirangkai dalam ”Troso Festival 2017”.

Sri Widayati menjelaskan, Kain Tenun Ikat Motif Nusantara Terpanjang tanpa putus ini terdiri atas 20 motif Nusantara dan tercatat sebagai rekor ke-7.994 rekor dunia ini bukan rekor MURI pertama yang ditorehkan Kabupaten Jepara.

“Rekor sebelumnya, di antaranya pawai membawa lampion dengan peserta terbanyak, konvoi becak dengan 1.110 peserta, minum dawet Mantingan dengan peserta terbanyak, dan mengukir dengan peserta terbanyak,” katanya dalam acara yang dihadiri Dr. H. Noor Ahmad MA. (wakil ketua komisi VIII DPR RI), M. Arif Sambado SE. (Disperindag Jateng), pimpinan DPRD Jepara, pejabat teras Jepara, pimpinan UMK dan dihadiri ribuan masyarakat.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo SH. M.IP dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan M. Arif Sambado, mengapresiasi gelaran Troso Festival 2017, yang antara lain diisi dengan beragam lomba, pentas seni budaya, Troso carnival hingga peragaan busana.

“Saya sangat mendukung event-event kreatif seperti ini, karena sangat bagus untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya industri kreatif di Jateng, khususnya Tenun Troso di Jepara,” tegas Ganjar Pranowo.

Dalam pandangan Gubernur Jateng ini, industri kreatif seperti Tenun Troso, merupakan kearifan lokal yang harus di-uri-uri agar tetap lestari. “Konsep Troso Festival juga bagus, karena memberi ruang masyarakat luas untuk meningkatkan kualitas diri melalui kompetisi, dan mengenang kembali serta melestarikan dolanan anak,” paparnya.

Suparnyo, mengemukakan, UMK melalui pusat studi UMKM yang dimiliki, telah mengambil sumbangsih dalam rangka ikut mendorong tumbuh dan berkembangnya Tenun Troso dan perluasan pasarnya.

“UMK bersama perajin Troso mendorong perluasan paras Tenun Troso hingga Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam. Selanjutnya, UMK akan mengajak pelaku usaha ke India, untuk mencari solusi terkait perbenangan. Benang merupakan bahan baku penting pembuatan tenun ikat Troso,” tuturnya. (*)

Hadirilah Grand Opening Qudsiyyah Putri Kudus

Terbuka untuk umum: Grand Opening Qudsiyyah Putri
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Diusianya yang sudah 101 tahun menurut penanggalan hijriyyah. Qudsiyyah Menara Kudus terus konsisten melahirkan generasi-generasi bangsa yang berkarakter.

Qudsiyyah yang selama ratusan tahun ini telah berhasil mencetak santri putra yang tafaqquh fiddin, Maka pada tahun 2017 ini pula, Qudsiyyah mulai membuka pendaftaran santri putri baru yang letak lokasinya tidak jauh dari Qudsiyyah Putra, yaitu di daerah Singocandi, Kota Kudus.
Undangan Nge-Hastag #goQudsiyyahPutri
Untuk meresmikan pembukaan tersebut, berbagai acara akan digelar. Diantaranya, Haul Masyayikh Qudsiyyah dengan 101 Khataman bersama 5000 santri dan alumni, Maulidur Rosul bersama Ulama dan Habaib, Pelantikan Pengurus IKAQ (Ikatan Alumni Qudsiyyah), halal bihalal santri, alumni, wali santri, dan masyarakat umum. Kemudian ditutup dengan mauidhoh hasanah dan berkah do’a oleh ulama kharismatik KH M Sya’roni Ahmadi dan KH Maimoen Zubair.

Acara yang terbuka untuk umum tersebut akan berlangsung pada jumuah malam (14/07/17) mulai pukul 19.00 WIB. di gedung Qudsiyyah Putri Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Atau ex Akper Krida Husada, belakang Polsek Kota Kudus. (Wafa/SM)

KH Sofiyan Hadi: Empat Hal yang Harus Dijaga dan Dihindari

Tausiyah KH Sofiyan Hadi dalam acara halal bihalal keluarga besar UMK
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Usai Lebaran (Idul Fitri) ini, saya berpesan agar umat senantiasa menjaga empat hal. Empat hal itu adalah tawadhu’, qana’ah, wara’ (wira’i) dan yaqin.

Demikian disampaikan KH. Sofiyan Hadi LC. MA., Pengasuh Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah Desa Honggosoco, Jekulo, Kabupaten Kudus dalam acara halal bihalal keluarga besar Universitas Muria Kudus (UMK) di Auditorium Kampus setempat, Senin (3/7/17).

Hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran pengurus Yayasan Pembina (YP.) Uiversitas Muria Kudus, Rektor, para Dekan, dosen dan karyawan. “Ramadan telah lewat. Dan seiring dengan Idul Fitri ini, semoga kita semua masuk dalam kategori umat yang muttaqin, umat yang bertakwa,” pesannya.

Lebih lanjut Sofiyan Hadi menyampaikan, tawadhu’ atau rendah hati, merupakan salah satu ciri ketakwaan orang Islam. “Maka jadilah orang yang rendah hati, apapun jabatan yang Anda miliki,” katanya.
Hal lain yang disampaikan olehnya ialah, muslim itu harus bisa menjadi orang yang qana’ah (kaya hati). Lalu haru wara’ (wira’i), yaitu memastikan kehalalan apa yang dipakai dan dikonsumsi, serta harus yaqin. “Dalan berdoa, orang Islam harus penuh keyakinan,” tuturnya.
Diakhir tausiyahnya, KH. Sofiyan Hadi mengingatkan agar seseorang senantiasa menghindari ‘4 M’ yang merusak. 4 M itu adalah merasa berkuasa, merasa pandai (cerdas), merasa kaya, dan merasa ‘alim. “Empat hal ini harus dihindari,” pungkasnya.(Rosidi/SM)