Indahnya Senja di Pantai Bandengan Jepara

Seorang wisatawan menikmati senjad di bibir pantai bandengan Jepara
SEKITARMURIA.COM, JEPARA – Menikmati pemandangan pantai yang indah dengan suasana santai dibalut dengan deburan ombak yang meneduhkan. Itulah gambaran ketika anda berkunjung ke Pantai Tirto Samudra atau lebih dikenal dengan Pantai Bandengan Jepara.

Pantai yang terletak di Desa Bandengan Kecamatan Kota Kabupaten Jepara ini menyajikan pemandangan yang indah ketika anda berkunjung saat sore hari. Di mana pada saat itulah sang surya akan menampilkan pesonanya ketika akan tidur sementara untuk berganti dengan bulan.

Ketika senja, pantai ini banya dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun interlokal untuk melihat matahari terbenam di balik pantai yang sangat jernih ini. Disamping itu, anda juga bisa melihat para nelayan mulai beraktifitas untuk mencari ikan di laut lepas dengan suara kapal-kapal yang menenangkan.

Deburan ombak pelan menambah suasana menjadi syahdu dengan semilir angin pantai yang ngangenin. Suasana inilah yang bikin menambah betah untuk berlama-lama di pantai ini. Selain itu, bagi anda yang menyukai tantangan berenang di pantai, anda juga bisa menikmatinya dengan alat-alat seperti ban untuk santai di tengah laut maupun hanya sekedar berenang seperti biasa.
Bagi anda pecinta kuliner tak perlu khawatir tidak bisa makan dan minum di Pantai ini. Karena di dekat pantai tersedia tempat makan dengan cita rasa yang khas Jepara maupun makanan biasa. Anda tak perlu khawatir untuk harganya, karena harganya cukup relative sesuai dengan kantong anda. Adapun biaya masuk cukup terjangkau hanya dengan Rp 5 ribu untuk hari biasa, dan Rp 7 Ribu untuk akhir pekan atau hari libur.
Wisatawan yang datang dari jauh dan membutuhkan tempat untuk menginap. Di sini terdapat banyak tempat dengan tarif yang berbeda-beda, sesuai dengan kemampuan anda. Banyak hotel atau tempat penginapan yang menghadap langsung ke pantai, ada pula yang sederhana tapi masih berkelas. Silahkan ajak teman, saudara, sahabat, maupun pacar untuk menikmati keindahan Pantai Bandengan Jepara ini. (FA/SM)

Nanti Malam, Diskusi Sajak Cinta Supardi Djoko Damono di UMK

SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Forum Apresisi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) nanti malam (20/3/17) bakal menggelar kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali di Auditorium UMK Kudus. Pada kesempatan kali ini Fasbuk bakal menampilkan pertunjukan dari Gado-Gado Coustik dan SIkustik yang akan mengaransemen “Sajak Cinta Sapardi Djoko Damono”.

Kegiatan yang didukung oleh Djarum Foundation ini bakal menghadirkan narasumber Widya Hastuti salah seorang guru Madrasah Aliyyah Negeri 2 Kudus. Acara yang bakal dimulai pukul 19.30 WIB tersebut terbuka untuk umum dan gratis. Selain itu, penyelenggara juga menyediakan banyak hadiah menarik untuk para penonton. Jadi nungguin apa lagi, ayo ajak teman, sahabat, pacar maupun keluarga anda untuk menikmati syahdunya malam dengan Fasbuk. (WA/SM)

Puteran Pandak, Wisata yang Lagi Ngehits di Kudus

Seorang Wisatawan mengabadikan pemandangan di Puteran Pandak Muria Kudus (Sumber: Mas_Faaaajar for sekitarmuria)
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Sekali kayuh, dua-tiga pulau terengkuh. Mungkin ini sangat cocok ibarat yang tepat untuk menggambarkan ketika anda berkunjung ke daerah Colo, Muria Kudus. Sekali anda datang ke Muria Kudus, anda bisa menikmati beberapa wisata maupun tempat bersejarah yang ada di daerah tersebut.

Salah satunya yakni Puteran Pandak. Wisata ini tergolong masih baru, karena tidak banyak orang yang tahu. Lokasi yang masih dalam kawasan gunung muria ini juga menawarkan pemandangan yang menggoda bagi pecinta traveling. Di sini anda bisa melihat dan meneropok Kabupaten Kudus dengan pemandangan yang menyejukkan.

Selain itu, anda juga bisa berswafoto sesuka anda dengan view rindangnya pepohonan gunung muria yang masih asri. Namun bagi anda pecinta pemandangan indah, ada baiknya anda mengunjungi tempat ini saat pagi hari menjelang terbitnya matahari atau saat sore hari sebelum terbenamnya matahari. Maka pemandangan yang luar biasa akan anda temukan.

Untuk bisa ke lokasi ini, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dari pusat Kota Kabupaten Kudus. Lokasi ini bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan sepeda motor maupun mobil. Namun kendaraan mobil tidak sampai ke lokasi, karena jalannya yang belum memungkinkan.


Lokasi yang lagi hits di Kudus dan media social ini bisa anda temukan melalui jalan utama arah ke Colo Muria Kudus. Tepatnya gang sebelum Bank BRI belok kiri atau sebelum gerbang masuk wisata Colo Muria Kudus. Kemudian ikuti jalan terus sampai menemukan rumah terakhir, maka anda sudah sampai di Puteran Pandak.
Puteran Pandak di malam hari (Sumber:  elmudawwizhapsari for sekitarmuria)


Kendaraan roda dua anda bisa dititipkan kepada warga sekitar yang menyewakan jasa penitipan. Adapaun sewa parkir saat sekitarmuria.com ke lokasi cuma bayar Rp. 3000 setiap satu kendaraan. Disamping itu, tempat penitipan kendaraan juga menyediakan minuman maupun makanan yang bisa anda nikmati seraya melihat pemandangan di Puteran Pandak.
Jika anda masih ingin berwisata selain Puteran Pandak, anda juga bisa mampir ke wisata lain yang tidak jauh dari lokasi. Seperti halnya Air Terjun Montel, Air Terjun Kedung Paso, dll. Selain tempat wisata, anda juga bisa berziarah dan berkunjung ke tempat bersejarah di daerah sekitar Makam Sunan Muria. (FA/SM)

Raja Rela Wajahnya Diwarnai Demi Bisa Sama dengan TNI

Raja dan teman-temannya saat sebelum upacara di mulai
SEKITARMURIA.COM, JEPARA – Alun-alun Kabupaten Jepara hari ini (18/3/17) Nampak berbeda dibanding hari-hari biasanya. Hal ini dikarenakan pada sabtu pagi dilaksanakan Kirab Merah Putih dan Upacara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara Jawa Tengah.

Ribuan peserta nampak begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dari ribuan peserta tersebut nampak ada beberapa siswa-siswi Sekolah Dasar yang tampil mencolok dibanding peserta yang lain. Para anak-anak SD tersebut tampil dengan memakai pakaian ala tentara.

Salah satu siswa SD tersebut adalah Raja (11) siswa SDN 1 Mangun Jepara. Ia dan teman-temannya mulai dari kelas tiga, empat, dan lima ikut barisan dalam kirab merah putih. Dari pantauan sekitarmuria.com siswa-siswi SD tersebut sangat semangat dan kompak dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Tak mau kalah dengan teman-temannya, Raja juga nampak lebih semangat mengikuti arahan dari para intruktur maupun anggota TNI. “Senang bisa mengikuti kegiatan ini, saya sudah tiga kali ikut ini,” katanya saat ditemui sekitarmuria.com

Disamping tampil menggunakan pakaian ala tentara. Raja juga rela mukanya diwarnai agar mirip seperti tentara. “Biar kayak tentara persis, makanya diwarnai dulu tadi,” akuinya. Meski begitu, Raja nampak senang setiap tahunnya bisa mewakili sekolahannya.
Bocah yang masih duduk di kelas lima SD ini juga bercita-cita menjadi tentara, karena ingin membela tanah air. “Pengen jadi tentara, biar bisa menjaga dan membela Negara,” harapnya. (FA/SM)

Peduli Bencana, Mahasiswa STAIN Kudus Bantu Korban Puting Beliung

Mahasiswa STAIN Kudus menyerahkan gending kepada sekrtaris Desa Glagahwaru
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Sejumlah Mahasiswa dari perwakilan organisasi kampus (OK) STAIN Kudus menyalurkan bantuan kepada korban musibah buting beliung pada kamis siang (16/3/17) di Desa Glagahwaru Kecamatan Undaan Kudus 

Rombongan yang berjumlah 16 mahasiswa tersebut tiba di balaidesa setempat sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung diterima oleh perwakilan pemerintah desa setempat. Sebelum menyerahkan bantuan secara resmi, perwakilan mahasiswa telebih dahulu berbincang tentang maksud dan tujuan memberikan bantuan tersebut.

Yudistira Pradipta (23) selaku Koordinator mahasiswa tersebut mengatakan bantuan dari para mahasiswa STAIN Kudus tersebut merupakan sumbangsih dari beberapa organisasi kampus yang kemudian dijadikan satu. “kami menyalurkan bantuan berupa genting 1700 biji, gendhing 500 biji, dan 10 kartus mie instan,” ujarnya saat dihubungi parist.id

Ia berharap dengan bantuan dari para mahasiswa tersebut dapat meringankan beban para korban bencana. “Bisa mengurangi beban warga masyarakat yang tertimba musibah bencana, agar segera dapat beraktifitas seperti semula. Dan sebagai wujud kepedulian dari para OK untuk meringankan penderitaan para korban bencana,” harapnya

Baca Juga : Dilantik, Dema STAIN Kudus Bertekat Bermutu dan Bermanfaat

Sementara itu, Sekretaris Desa Glagahwaru Sumarrno merasa senang atas bantuan dari para mahasiswa STAIN Kudus tersebut. Ia berharap aksi sosial yang ditunjukkan para mahasiswa tersebut bisa berlanjut sampai lulus dari kampus.

“Kami terima dengan tangan terbuka atas bantuan dari para mahasiswa ini. Dan kami akan salurkan kepada berhak yang menerima. Kami himbau kegiatan sosial ini tidak hanya sampai di sini, akan tetapi setelah lulus dari kampus pun masih peduli dengan aksi sosial ini,” pungkasnya.

Baca Juga : Teater Satoesh STAIN Kudus Diharapkan Bisa Berdakwah Lewat Seni

Seperti yang kita ketahui bersama pada 13 maret 2017 lalu Desa Glagahwaru terkena musibah puting beliung yang mengakibatkan 240 rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu bencana yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut juga mengakibatkan dua dapur dari rumah warga setempat mengalami rusak parah. (FA/SM)

Inilah Lima Poin Hasil Silatnas Alim Ulama di Sarang Rembang

KH A Musthofa Bisri membacakan hasil Silaturrahim Nasional para Alim Ulama di Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang (Sumber: Istimewa)
Risalah Sarang

Bismillahirrahmanirrahim
1. Nahdlatul Ulama senantiasa mengawal Pancasila dan NKRI serta keberadaannya tidak dapat bisa dipisahkan dari keberadaan NKRI itu sendiri. Nahdlatul Ulama mengajak seluruh ummat Islam dan bangsa Indonesia untuk senantiasa mengedepankan pemeliharaan negara dengan menjaga sikap moderat dan bijaksana dalam menanggapi berbagai masalah. Toleransi, demokrasi dan terwujudnya akhlakul karimah dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat harus terus diperjuangkan bukan hanya demi keselamatan dan harmoni kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat di Indonesia ini saja tetapi juga sebagai inspirasi bagi dunia menuju solusi masalah-masalah peradaban yang dihadapi dewasa ini.

2. Lemahnya penegakan hukum dan kesenjangan ekonomi merupakan sumber-sumber utama kegelisahan masyarakat selain masalah-masalah sosial seperti budaya korupsi, rendahnya mutu pendidikan dan sumberdaya manusia, meningkatnya kekerasan dan kemerosotan moral secara umum. Pemerintah diimbau agar menjalankan kebijakan-kebijakan yang lebih efektif untuk mengatasi masalah-masalah tersebut termasuk dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak kepada yang lemah (affirmatif) seperti reformasi agraria, pajak progresif, pengembangan strategi pembangunan ekonomi yang lebih menjamin pemerataan serta pembangunan hukum kearah penegakan hukum yang lebih tegas dan adil dengan tetap menjaga prinsip praduga tak bersalah dalam berbagai kasus yang muncul. Penyelenggaraan negara oleh pemerintah dan unsur-unsur lainnya harus senantiasa selaras dengan tujuan mewujudkan maslahat bagi seluruh rakyat (tasharraful imam manutun bi maslahatirroiyyah).

3. Perkembangan teknologi informasi, termasuk internet dan media-media sosial, serta peningkatan penggunaannya oleh masyarakat membawa berbagai manfaat seperti sebagai sarana silaturahmi nasrul ilmi taawwun alal birri dan sebagainya, tetapi juga mendatangkan dampak-dampak negatif seperti cepatnya penyebaran fitnah dan seruan seruan kebencian, propaganda radikalisme, pornografi, dan hal-hal lain yang dapat merusak moral dan kerukunan masyarakat. Pemerintah diimbau untuk mengambil langkah-langkah yang lebih efektif baik dalam mengatasi dampak-dampak negatif tersebut maupun pencegahan-pencegahannya. Pada saat yang sama para pemimpin masyarakat dihimbau untuk terus membina dan mendidik masyarakat agar mampu menyikapi informasi-informasi yang tersebar secara lebih cerdas dan bijaksana sehingga terhindar dari dampak-dampak negatif tersebut.

4. Para pemimpin negara, pemimpin masyarakat, temasuk pemimpin Nahdlatul Ulama agar senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat dengan senantiasa arif dan bijaksana dalam menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab adil dan amanah dengan menomorsatukan kemaslahatan masyarakat dan NKRI.

5. Para ulama dalam majlis ini mengusulkan diselenggarakannya forum silaturrahmi di antara seluruh elemen-elemen bangsa untuk mencari solusi berbagai permasalahan yang ada, mencari langkah-langkah antisipatif terhadap kecenderungan-kecenderungan perkembangan di masa depan serta rekonsiliasi diantara sesama saudara sebangsa. Nahdlatul Ulama diminta untuk mengambil inisiatif bagi terwujudnya forum tersebut. (Sumber PBNU)

KH Hasyim Muzadi Wafat, Presiden Jokowi: Bangsa Ini Kehilangan Ulama Penjaga Kebhinekaan

Presiden Jokowi mengoleskan minyak kayu putih di kaki kiri KH Hasyim Muzadi

SEKITARMURIA.COM – Presiden Joko Widodo mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya KH Hasyim Muzadi pada kamis pagi (16/3/17) di Malang Jawa Timur. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu merasa kehilangan salah satu Ulama penjaga Kebhinekaan.

Hal itu dituliskan Presiden Jokowi melalui akun facebook miliknya pada kamis (16/3/17). Dalam facebooknya tersebut, Jokowi mengunggah foto kenangan dirinya saat masih bersama KH Hasyim Muzadi.

Dalam foto yang diunggahnya itu, baik Jokowi maupun KH Hasyim Muzadi sama-sama menggunakan kemeja putih. bedanya KH Hasyim Muzadi menggunakan peci, sedangkan Jokowi tidak. Jokowi terlihat mengoleskan minyak kayu putih di kaki sebelah kiri KH Hasyim Muzadi saat mereka sedang duduk bersama dalam satu kursi.

“Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Kiai Haji Ahmad Hasyim Muzadi di kediamannya di Malang, pagi tadi,” tulis Jokowi

Mantan Walikota Solo itu merasa kehilangan sosok ulama yang selalu menyerukan tentang persatuan dan kesatuan. Selain itu menurut Jokowi, KH Hasyim merupakan salah satu ulama yang selama hidupnya didedikasikan untuk kemajuan bangsa dan Negara.

“Bangsa ini kehilangan salah satu ulama, guru, penjaga terdepan kebhinekaan. Seorang tokoh yang sebagian hidupnya didedikasikan untuk agama dan bangsanya. Ia pernah memimpin Nahdlatul Ulama seraya terus mengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam di Malang, dan sampai akhir hayatnya masih menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.” tambahnya
Jokowi menutup status facebooknya dengan mendo’akan KH Hasyim Muzadi agar husnul khotimah. “Sungguh, saya sangat kehilangan. Semoga almarhum Kiai Hasyim Muzadi beroleh tempat nan lapang di sisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan tetap tegar dan tabah. Selamat jalan, Kiai Hasyim …” pungkasnya. (WA/SM)

KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia

KH Hasyim Muzadi (Sumber: Istimewa)
SEKITARMURIA.COM – Anggota Dewan pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi meninggal dunia pada kamis pagi (16/3/17). Ketua Umum PBNU 1999-2010 tersebut menghembuskan nafas terakhir karena sakit yang dialaminya beberapa hari yang lalu.

Kabar meninggalnya Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok Banten ini dibenarkan oleh menteri agama Lukman Hakim Saifuddin melalui akun twitter pribadinya @lukmansaifuddin “Telah wafat KH Hasyim MUzadi pagi ini. Mari doakan almarhum diampuni kesalahannya, diterima amal bajiknya, berada di sisiNya. Al-faatihah..” tulisnya

Baca Juga: KH Hasyim Muzadi Wafat, Presiden Jokowi: Bangsa Ini Kehilangan Ulama Penjaga Kebhinekaan

Hal senada juga dibenarkan oleh KH A Musthofa Bisri melalui akun twitternya @gusmusgusmu Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin ini mendo’akan KH Hasyim Muzadi husnul khotimah. “Inna liLlahi wainna ilaiHi raji’un. Kita kehilangan lagi seorang tokoh, mantan Ketum PBNU, KH Hasyim Muzadi. Semoga husnul Khatimah,” tulis Gus Mus (FA/SM)

Akhlaq Mulia Habib Luthfi dan KH Said Aqil Siraj

Kiai Said Aqil Siraj mencium tangan Habib Luthfi bin Yahya
SEKITARMURIA.COM, Demak – Akhlaq mulia ditunjukkan ulama kharismatik NU Habib Luthfi Bin Yahya dan KH Said Aqil Siraj. Keduanya saling menunduk dan menghormati saat bertemu di acara Haul Agung ke-514 H Kanjeng Sultan Raden Abdul Fattah Al-Akbar Sayyidin Panotogomo pada sabtu kemarin (11/3/17) di Alun-alun Demak, Jawa Tengah
Pemandangan tersebut terlihat melalui video yang diunggah melalui akun twitter Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj. Dalam video yang berdurasi beberapa detik tersebut terlihat semua hadirin yang ada dipanggung utama berdiri untuk menyalamai Habib Luthfi Bin Yahya 
Saat tiba KH Said Aqil Siraj menyalami Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) tersebut, kedua tokoh NU yang selalu menyerukan cinta tanah air tersebut saling menunduk dan menghormati.

Baca Juga : Inilah Lima Poin Hasil Silatnas Alim Ulama di Sarang Rembang
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said Aqil Siraj mencoba kuat mencium tangan Habib Luthfi. Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta tersebut akhirnya berhasil mencium tangan Habib luthfi yang nampak berusaha menarik tangannya. Inilah akhlaq mulia yang diperlihatkan kedua tokoh NU yang menenduhkan.
“Alhamdulillah… Berkesempatan hadir di Haul Agung ke-514 H Raden Fattah Demak. Hadir pula dalam kesempatan ini Habib Lutfhi bin Yahya,” tulis Kiai Said dalam akun twitternya @saidaqil. (FA/SM)

Ketika Ganjar Pranowo Cium Tangan KH Sya’roni Ahmadi Kudus

Cium Tangan: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo cium tangan KH Sya’roni Ahmadi Kudus (Sumber: Istimewa)
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Pemandangan sejuk terlihat saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersilaturrahim dengan Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi kemarin. Mantan aggota DPR RI tersebut mencium tangan kiai Sya’roni sebelum memasuki ndalem kiai Sya’roni. 
Moment tersebut sempat diabadikan oleh sejumlah wartawan maupun rombongan yang ikut bersilatuurahim. Nampak terlihat dalam foto yang tersebar di media social, Gubernur Jawa Tengah tersebut sebelum memimpin Musrembang di pendopo Kabupaten Kudus, ia terlebih dahulu bersilaturrahim dan meminta masukan dari para ulama-ulama di Kudus, terutama KH Sya’roni Ahmadi, dan KH Ulin Nuha Arwani. 
Do’a: KH Sya’roni Ahmadi memimpin doa saat Gubernur Jawa Tengah bersilaturrahim (Sumber: Istimewa)
Seperti yang diketahui bersama pada selasa (14/3/17) Gubernur Jawa tengah Ganjar Paranowo akan menghadiri dan memimpin Musrembang se-ekskarisedenan Pati yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Kudus. Pada acara tersebut dihadiri oleh Bupati se-karisidenan Pati dan juga tamu undnagan lainnya. (FA/SM)